Postingan

SEASON 2 - CHAPTER VIII (Final Chapter) “The Day”

“The Day”             Beberapa minggu semenjak Rei menyatakan perasaannya padaku, aku kembali dekat dengan Erwin, sosok orang yang selalu membuatku menunggu kabarnya. Entah kali ini rasanya sangat berbeda, seperti senja yang datang hanya sebentar lalu pergi, tetapi dia selalu berjanji untuk kembali lagi esok harinya.             Erwin Nugraha.. orang yang selalu membuatku menunggu kabarnya, menunggu suaranya, dan senyumannya. Aku memimpikannya kemarin malam, terlihat jelas wajahnya di mimpi, senyumannya yang manis seperti eskrim stroberi membuatku makin menyukainya. Tangannya yang saat itu menggenggam tanganku dan mengatakan “jangan di lepasin ya el...” entah kenapa rasanya mengingat mimpi di malam itu membuatku bahagia karena terasa seperti nyata bagiku. Susah untuk dilupakan meskipun hanya mimpi, semua terasa nyata.. genggaman tangan itu.. dan perkataannya di...

SEASON 2 - CHAPTER VII “Terlambat...”

“Terlambat...”             Aku bertemu lagi dengannya, Erwin Nugraha... orang yang sempat singgah di pikiran dan hatiku. Setelah sekian lama tidak saling bertemu ataupun mengirim pesan, kami bertemu kembali, masih jelas dalam ingatanku senyumannya yang manis, dan suaranya yang selalu membuatku menunggu di setiap pagi dan malam. Senyuman manis yang se-manis es krim stroberi itu membuka pembicaraan kami, “hai el apa kabar ??” senyumnya dan sapaan yang membuatku masih teringat bagaimana aku menyukainya saat pertama kali. Senyuman itu masih sama persis seperti yang terakhir aku lihat di acara kelulusan sekolah SMA, dia masih sama seperti terakhir kali aku melihatnya.             Setelah sekian lama kami memutuskan untuk saling menjaga jarak, aku tidak tau apa alasan Erwin juga ikut untuk menjaga jarak denganku, yang ku tau Reihan sahabatku itu hanya menyuruhku untuk move on...

SEASON 2 - Chapter VI “Kisah Klasik...”

“Kisah Klasik...” Semenjak aku mengalihkan matahari itu dan menggantinya dengan perasaan yang penuh akan perasaan mendung dan gelap, aku berharap pelangi akan datang dan membantuku keluar dari kegelapan dan rasa dingin yang ada saat ini...... Yap tepat sekali, 3 bulan sudah berlalu rasa dingin itu masih menyelimuti perasaanku. Dan aku masih sering bertemu dengannya di kampus. Yaa, dia Ashley. Aku sudah tidak ada rasa untuk menghampirinya, seperti saat sebelum kami kenal begitulah keadaan yang terjadi. Yahh..   aku menikmatinya seperti biasa, karena setiap orang memiliki patah hati terhebatnya masing-masing.... dan aku hanya melanjutkan kehidupanku layaknya mahasiswa seperti biasanya. [di sisi lain...] Namaku eliza, aku mahasiswi biologi di salah satu Perguruan Tinggi di surabaya... Kisahku di mulai 3 tahun yang lalu.... Aku mengenalnya sebagai sosok orang yang hebat ketika berbicara di hadapanku, mengenalnya selama 3 tahun kupikir sudah cukup. Dia yang memilik...

Chapter V “Jarak....”

"Jarak...."        Sudah lama sejak saat itu aku mengatakan “Jangan lakukan apapun, biarkan aku memandangmu dari jauh.” Aku melakukan rutinitas ku seperti biasa dan karena kelas perkuliahan yang di acak kau dan aku mendapatkan kelas yang berbeda, dan membuat ku untuk belajar tanpa mu dan membiasakan diri untuk cukup memandangmu dari kejauhan. Sama seperti sebelumnya aku selalu merindukanmu, semua tentangmu...             Yaa.. aku merindukanmu, satu-satunya orang alasanku untuk tersenyum.....             Terkadang bertemu terkadang juga tidak bertemu, tapi tetap saja aku merindukanmu. Aku ingin mengirim pesan padamu, tapi aku takut kau tidak akan menghiraukannya. Aku berpikir bahwa merelakan adalah sebuah tindakan yang dewasa. Entah ini luka ke berapa yang sudah aku dapatkan, semakin hari semakin aku terbiasa tanpa dirimu dan terbiasa hanya mel...

Chapter IV “Give Me a Reason...”

“Give Me a Reason...”      2 minggu berlalu semenjak aku membalik badanku dan bertahan tanpa matahariku, aku merasa sedang berada di kegelapan tanpa sinar matahari, aku mengurung diriku seolah aku tidak akan dapat sinar lagi. Aku ingin keluar tapi aku sangat ketakutan akan merasakan sinar matahari yang begitu hangat sehingga mengingatkanku kepada senyuman itu lagi. Aku   kehilangan matahariku...             Aku menjalani kehidupanku sehari-hari seperti biasa, kau bertemu denganku lalu aku mengacuhkanmu dan kau mengejarku untuk bertanya “ada apa denganmu ??” begitu di setiap harinya kau melakukannya, hingga kau merasa lelah untuk mengejarku dan akhirnya kau tidak lagi melakukannya. Tapi entah mengapa aku mencari-carimu ketika kau tidak mengejarku lagi, aku tidak mempermainkanmu aku menyayangimu, hanya saja aku terlalu takut untuk kembali menatapmu dan melihat senyuman itu lagi, karena aku tidak ingin set...

Chapter III “Terbenam..”

“Terbenam..”           2 bulan lewat sudah setelah sekian lama aku meninggalkan Ashley, aku sangat merindukannya aku pikir aku sangat senang karna akan menemuinya secara tiba-tiba dan melihat senyumannya. Namun semua itu hanya menjadi ekspektasi belakaku saja, hanya imajinasi seseorang yang sudah terlalu lama untuk merindukan orang yang di sayang. Begitu mengalaminya rasanya seperti ledakan “ BOOMMM.....” hancur begitu saja yang sudah aku nantikan selama ini berujung kehancuran.             Saat itu di stasiun kereta api 18 november 2017 , saat aku kembali dari luar kota dan melepas rindu di kota kelahiranku denganmu. Aku menyiapkan segalanya,aku berimajinasi akan menemuimu terlebih dahulu dan di sambut dengan senyuman hangatmu, tapi ternyata itu hanya sebuah ekspektasi belaka. Aku pergi ke sebuah cafe dan aku tidak sengaja melihatmu dengan seorang lain, namun aku tetap berpikir positif padamu dan...

Chapter II (preview chapter1)

          “Temui Aku...”             Sejak pertama aku melihatmu, aku memandangmu dan berpikir “siapa dia ? bisakah aku dekat dengannya ?” “bolehkah aku berkenalan dengannya ?”. Aku melihatmu aku merasa kau adalah seorang yang keren bagiku. Setelah pembagian kelas kuliah, aku mendapati bahwa kau adalah teman sekelas-ku. Pada saat itu juga mem-beranikan diri untuk memberikan tanganku dan mengajakmu berkenalan,lalu kau menjawabnya “hai.. aku Ashley” pada saat itu aku merasa sangat girang sehingga jantungku berdetak dengan cepat karena untuk kali pertama aku melihatmu tersenyum padaku.             2 bulan berlalu setelah aku mengenal nama-mu dan mencoba dekat denganmu, aku merasa sangat nyaman di setiap harinya, seiring berjalan-nya waktu aku merasakan hal yang membuatku sangat nyaman hingga aku kebingungan apakah aku hanya sekedar nyaman atau rasa say...