Chapter III “Terbenam..”
“Terbenam..”
2
bulan lewat sudah setelah sekian lama aku meninggalkan Ashley, aku sangat
merindukannya aku pikir aku sangat senang karna akan menemuinya secara
tiba-tiba dan melihat senyumannya. Namun semua itu hanya menjadi ekspektasi
belakaku saja, hanya imajinasi seseorang yang sudah terlalu lama untuk
merindukan orang yang di sayang. Begitu mengalaminya rasanya seperti ledakan “BOOMMM.....” hancur begitu saja yang
sudah aku nantikan selama ini berujung kehancuran.
Saat itu di stasiun kereta api 18 november 2017, saat aku kembali dari
luar kota dan melepas rindu di kota kelahiranku denganmu. Aku menyiapkan
segalanya,aku berimajinasi akan menemuimu terlebih dahulu dan di sambut dengan
senyuman hangatmu, tapi ternyata itu hanya sebuah ekspektasi belaka. Aku pergi
ke sebuah cafe dan aku tidak sengaja melihatmu dengan seorang lain, namun aku
tetap berpikir positif padamu dan mencoba untuk percaya padamu.
Aku mengirim pesan padamu saat itu
bahwa aku sudah kembali dan kau membalas “ayo
bertemu, aku merindukanmu...” saat itu aku merasa senang karena kau merindukanku,
sejenak pikiranku tentang melihatmu di cafe saat itu langsung menghilang.
Akhirnya setelah sekian lama menahan rindu aku bisa melepaskannya dan kembali
melihat senyumanmu yang hangat itu jika di samakan mungkin senyumanmu mirip seperti
senyum matahari di acara teletubies atau bisa disebut kau matahariku Ash. Dan
hari hari selanjutnya semua berjalan seperti biasa.
Hingga akhirnya ada sebuah festival
di kampus seperti biasa setelah acara aku mengajakmu untuk menonton tetapi kau
menolaknya, karena kau sedang ada acara dengan temanmu di bangku sekolah.
Setelah semuanya berlalu 1 bulan kemudian, aku mengajakmu lagi untuk pergi berjalan-jalan
seperti biasa kau menolaknya lagi entah apa yang menjadi alasanmu untuk
menolak aku tidak mengetahuinya. Tanpa berpikir panjang aku pun bersiap untuk
ber-olahraga di dekat taman.
Tepat saat itu juga, aku merasa
lelah karna berlari berputar sebanyak 4 kali putaran dan pada saat itu juga aku
merasakan lelah hati juga. Rasanya seolah-olah seperti meledak di dalam
pikiranku dan hatiku bergetar begitu kencang seperti gunung merapi yang siap
untuk meletus “BOOMMMM.....”
begitulah yang aku rasakan, sangat menyaikitiku. Aku melihatmu pergi
berjalan-jalan bersama sesorang yang kulihat di cafe saat itu, tapi tetap saja
aku berpikir positif dan tetap percaya padamu.
2 minggu setelah itu aku semakin
bingung dengan sikapmu yang semkain berubah, aku mulai memikirkan hal yang
tidak-tidak, aku berpikir kamu akan menjauhiku. Aku menelusurinya tanpa di
sadari kau memberi celah untukku mengetahui lebih banyak siapa orang itu, dia
adalah orang yang kau suka terdahulu.
Aku berpikiran kesana kemari memikirkan apa yang sedang terjadi saat ini,
kenapa ini terjadi ? apakah aku melakukan kesalahan. Sejak saat itu aku
melihatmu dengannya saling tukar kabar, bahkan bertelfonan di malam hari.
Sejak saat itu aku sudah memikirkan
untuk memberi jarak kepadamu dan berbalik badan sehingga kau hanya melihat
punggungku saja, saat itu aku sedang berharap kamu tidak akan mencariku ketika
aku berbalik badan dan melangkah untuk memberi jarak di antara kita. Dan yang
saat itu aku ingat aku mengirim sebuah pesan padamu “jika nanti aku berbalik badan dan melangkah jauh jangan mencariku, kau
pantas untuk bahagia. Dan jika nanti kau ingin kembali, datanglah dan berlari
aku akan menantimu. Aku menyayangimu Ash...”pada saat itu juga aku berbalik
dan memperlihatkanmu punggungku saja. Dan saat itu aku tidak akan melihat
senyuman hangat seperti matahari, aku menyadari kalau matahariku sudah terbenam
jauh sebelum aku membalik badanku dan membuat jarak.
Komentar
Posting Komentar