Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2018

Chapter IV “Give Me a Reason...”

“Give Me a Reason...”      2 minggu berlalu semenjak aku membalik badanku dan bertahan tanpa matahariku, aku merasa sedang berada di kegelapan tanpa sinar matahari, aku mengurung diriku seolah aku tidak akan dapat sinar lagi. Aku ingin keluar tapi aku sangat ketakutan akan merasakan sinar matahari yang begitu hangat sehingga mengingatkanku kepada senyuman itu lagi. Aku   kehilangan matahariku...             Aku menjalani kehidupanku sehari-hari seperti biasa, kau bertemu denganku lalu aku mengacuhkanmu dan kau mengejarku untuk bertanya “ada apa denganmu ??” begitu di setiap harinya kau melakukannya, hingga kau merasa lelah untuk mengejarku dan akhirnya kau tidak lagi melakukannya. Tapi entah mengapa aku mencari-carimu ketika kau tidak mengejarku lagi, aku tidak mempermainkanmu aku menyayangimu, hanya saja aku terlalu takut untuk kembali menatapmu dan melihat senyuman itu lagi, karena aku tidak ingin set...

Chapter III “Terbenam..”

“Terbenam..”           2 bulan lewat sudah setelah sekian lama aku meninggalkan Ashley, aku sangat merindukannya aku pikir aku sangat senang karna akan menemuinya secara tiba-tiba dan melihat senyumannya. Namun semua itu hanya menjadi ekspektasi belakaku saja, hanya imajinasi seseorang yang sudah terlalu lama untuk merindukan orang yang di sayang. Begitu mengalaminya rasanya seperti ledakan “ BOOMMM.....” hancur begitu saja yang sudah aku nantikan selama ini berujung kehancuran.             Saat itu di stasiun kereta api 18 november 2017 , saat aku kembali dari luar kota dan melepas rindu di kota kelahiranku denganmu. Aku menyiapkan segalanya,aku berimajinasi akan menemuimu terlebih dahulu dan di sambut dengan senyuman hangatmu, tapi ternyata itu hanya sebuah ekspektasi belaka. Aku pergi ke sebuah cafe dan aku tidak sengaja melihatmu dengan seorang lain, namun aku tetap berpikir positif padamu dan...

Chapter II (preview chapter1)

          “Temui Aku...”             Sejak pertama aku melihatmu, aku memandangmu dan berpikir “siapa dia ? bisakah aku dekat dengannya ?” “bolehkah aku berkenalan dengannya ?”. Aku melihatmu aku merasa kau adalah seorang yang keren bagiku. Setelah pembagian kelas kuliah, aku mendapati bahwa kau adalah teman sekelas-ku. Pada saat itu juga mem-beranikan diri untuk memberikan tanganku dan mengajakmu berkenalan,lalu kau menjawabnya “hai.. aku Ashley” pada saat itu aku merasa sangat girang sehingga jantungku berdetak dengan cepat karena untuk kali pertama aku melihatmu tersenyum padaku.             2 bulan berlalu setelah aku mengenal nama-mu dan mencoba dekat denganmu, aku merasa sangat nyaman di setiap harinya, seiring berjalan-nya waktu aku merasakan hal yang membuatku sangat nyaman hingga aku kebingungan apakah aku hanya sekedar nyaman atau rasa say...

Chapter I

“Let It Be...”             Aku menyayangimu, benar-benar menyayangimu. Selalu seperti itu, memulainya dari awal dan menyakiti satu sama lain. Aku mencoba untuk mengumpulkan sejumlah nyali sebanyak-banyaknya hanya untuk mem-beranikan diri mengatakan “jangan mencariku lagi” tapi aku begitu ketakutan karena akan menyakiti perasaanmu. Karena aku tidak mengetahui bagaimana perasaanmu saat itu. Aku mencoba untuk melakukannya, tapi aku sangat ketakutan, aku mengurungkan niatku sejenak, lalu terlintas kembali pikiran yang melayang seolah membayangi dan membuatku harus memikirkan-nya “apa dia akan baik-baik saja? Bagaimana jika aku menyakitinya?” atau “apa yang harus aku lakukan ?". aku melupakan niatku untuk melakukannya.             Suatu hari, aku mencoba untuk mengajakmu ber-pergian menikmati waktu. Aku mengajakmu ke sebuah kafe dimana itu adalah tempat favoritmu untuk meni...