Chapter II (preview chapter1)


          “Temui Aku...”

            Sejak pertama aku melihatmu, aku memandangmu dan berpikir “siapa dia ? bisakah aku dekat dengannya ?” “bolehkah aku berkenalan dengannya ?”. Aku melihatmu aku merasa kau adalah seorang yang keren bagiku. Setelah pembagian kelas kuliah, aku mendapati bahwa kau adalah teman sekelas-ku. Pada saat itu juga mem-beranikan diri untuk memberikan tanganku dan mengajakmu berkenalan,lalu kau menjawabnya “hai.. aku Ashley” pada saat itu aku merasa sangat girang sehingga jantungku berdetak dengan cepat karena untuk kali pertama aku melihatmu tersenyum padaku.

           2 bulan berlalu setelah aku mengenal nama-mu dan mencoba dekat denganmu, aku merasa sangat nyaman di setiap harinya, seiring berjalan-nya waktu aku merasakan hal yang membuatku sangat nyaman hingga aku kebingungan apakah aku hanya sekedar nyaman atau rasa sayangku padamu sudah mulai tumbuh? Aku tidak mengetahuinya. Yang aku tahu saat itu aku merasa sangat nyaman ketika bersamamu. Tidak lama setelah itu kau menyebut namaku Erwin menjadi win win, yah terdengar seperti nama kafe "wing chicken" tapi entah mengapa aku merasa itu adalah kegembiraan tersendiri bagiku. Aku mulai meyakinkan diriku bahwa aku sudah menumbuhkan rasa sayangku padamu. Dan aku mengatakan-nya padamu bahwa aku menyayangimu dan kau membalasku dengan perasaan yang sama.

          Pada saat itu juga aku merasa menjadi orang yang sangat beruntung di muka bumi karna memilikimu. Semua hal kita lakukan bersama, walaupun terkadang ada pertengkaran kecil. 3 bulan setelahnya, ada hal yang harus aku lakukan dan mengharuskan-ku untuk pergi jauh meninggalkanmu di kota yang ramai dengan waktu yang cukup lama. Aku mengkhawatirkanmu, aku sedikit merasa takut untuk meninggalkanmu aku merasa tidak siap.

            3 hari setelah itu aku dan kau hanya memiliki waktu sebanyak 7 hari tersisa untuk menikmati waktu bersama-mu, sore itu tepat pukul 5 sore aku mengajakmu ke sebuah pantai yang tidak jauh dari rumah-mu untuk menikmati matahari tenggelam. Sebelum matahari tenggelam dan di gantikan oleh sinar bulan, aku mengkatakannya padamu “aku harus pergi jauh, ada keperluan yang harus aku urus. Aku harus meninggalkanmu disini, tolong jaga dirimu sebelum aku kembali nanti ashley...” saat itu sikapmu berubah seolah tidak menmberiku izin untuk pergi, tapi kau melakukan kebalikan dari itu dan mengangguk seolah membiarkan-ku untuk tetap pergi dengan menahan air mata. Setelah perbincangan itu kita menikmati pemandangan matahari tenggelam dengan perlahan setelah itu aku mengantarmu pulang kembali.

            3 hari tersisa waktu-ku bersamamu, kau tidak menemuiku bahkan kau tidak mengirim pesan ataupun memberi kabar padaku, aku mengkhawatirkan-mu ketika aku datang ke rumahmu untuk mencarimu keluargamu mengatakan kau sedang tidak di rumah, aku mencarimu dengan mengirim semua pesan kepadamu dan kau hanya membalas seolah kau mengacuhkanku pada akhirnya waktu ku tersisa 1 hari untuk bisa bersamamu.

            Saat itu juga pada hari dimana aku akan berangkat untuk pergi, aku mengirim pesan padamu “temui aku tepat sebelum matahari tenggelam di pantai saat pertama kali kau datang bersamaku...” . tepat saat itu aku pergi ke pantai itu sebelum matahari tenggelam sesuai dengan pesan yang ku kirim padamu, aku menuggumu selama beberapa jam hingga saatnya matahari pun tenggelam dan sinar bulan mengantikan posisinya tepat pada saat itu aku mengatakan kegelisahanku padamu. Masih jelas teringat apa yang  ku-katakan lewat pesan yang ku kirim “aku pergi.... tolong jaga dirimu sebelum aku kembali, jika kau pergi ke perpustakaan sembunyikanlah dirimu dari orang lain, jangan perlihatkan wajah cantikmu pada mereka. Jujur, aku mulai merindukanmu dalam waktu dekat ini, apa kau akan baik-baik saja ketika ku tinggal??? Balas pesanku Ashley. Aku menyayangimu”, saat pesan terkirim saat itu juga aku meninggalkanmu di tengah keramaian kota ini, dan pada saat itu juga aku menghitung waktu untuk melihatmu kembali, entah kapan tapi tolong, tunggu aku disana Ashley...


**setelah Ashley membaca pesan dari Erwin
 Ia menangis merasa bersalah karena tidak menghiraukan Erwin saat hari sebelum keberangkatan-nya
Ashley melakukannya dengan sengaja karena dia tidak ingin terlihat sedih di hadapan Erwin. Seiring berjalannya waktu Ashley membiasakan diri di tengah keramaian tanpa Erwin.

**saat Erwin merindukan Ashley
           
       Erwin mengirim barang kepada Ashley berupa box yang terdapat foto di dalamnya dengan pesan
            “the reason why i always in your side... to keep our moments”

Komentar